RSS

Dokter termuda di sepanjang sejarah (youngest docktor in indonesia)

08 Dec

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman-temanku, para pejuang masa depan, inilah persembahan pertamaku untuk kalian. Semoga artikel ini bisa membuka hati kita bahwa betapa luasnya negeri ini, betapa luar biasa orang-orang yang akan menjadi partner kita di masa depan dalam membangun negeri ini. SELAMAT MEMBACA!!!

Riana Helmi Dokter Termuda Indonesia
By Republika Contributor
Minggu, 24 Mei 2009 pukul 14:37:00

YOGYAKARTA– “Alhamdulillah , saya bisa jadi wisudawan termuda,” ucap Riana Helmi, dengan wajah berseri, seusai diwisuda di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, Selasa (19/5) lalu.Wajah kedua orangtuanya, Ajun Komisaris Helmi dan Rofiah, pun ikut berseri, dan tentu merasa bangga. Betapa tidak. Dalam usia yang belum genap 18 tahun — tepatnya 17 tahun 11 bulan — Riana berhasil lulus dari Fakultas Kedokteran UGM, dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) sangat memuaskan, yaitu 3,67.

Dengan prestasinya yang luar biasa itu Riana tercatat sebagai pemegang rekor dokter termuda di Indonesia. Rektor UGM Soedjarwadi pun memuji prestasi gadis kelahiran Banda Aceh, 22 Maret 1991, itu, menyampaikan selamat dan memintanya untuk berdiri, diiringi tepuk tangan dan decak kagum para wisudawan dan hadirin.

Cerdas
Sejak kecil Riana memang dikenal cerdas. Pada tiap jenjang pendidikan, sejak SD sampai SMA, ia selalu berhasil lulus dengan percepatan. Usianya pun baru 14 tahun lewat tiga bulan — atau setara dengan pelajar kelas II SMP pada umumnya — ketika ia diterima di Fakultas Kedokteran UGM melalui jalur Penelusuran Bakat Skolastik (PBS) pada September 2005.

Hebatnya, Riana dapat nyelesaikan kuliah hanya dalam waktu tiga tahun enam bulan, lebih cepat dari umumnya mahasiswa fakultas kedoteran lain, yang rata-rata paling cepat menyelesaikan kuliahnya dalam waktu empat tahun. “Saya belajar dengan sungguh-sungguh, dan Alhamdulillah semua mata kuliah dapat saya selesaikan dengan lancar,” akunya.

Sejak masuk UGM, tentu Riana juga tercatat sebagai mahasiswa termuda di Indonesia. Usia para mahasiswa lain seangkatannya rata-rata empat tahun lebih tua dibanding usianya. Perawakannya yang kecil pun membuatnya tampak paling imut di antara kawan-kawannya.

Meskipun begitu, Riana mengaku tidak banyak menghadapi kendala dalam menyesuaikan diri dengan mahasiswa lain yang lebih tua dan rata-rata berbadan lebih besar. “Saya menganggap mereka sebagai kakak. Alhamdulillah, mereka baik-baik,” ujarnya.Selama menjalani masa kuliah, Riana hanya sekali merasa berat ketika menghadapi tugas yang begitu banyak. “Kesulitan karena tugas sangat banyak sih ada, tapi syukurlah semua bisa saya atasi,” katanya.

Menyelesaikan skripsi tentang kanker payudara, dan berhasil lulus dalam usia yang masih sangat muda, Riana masih ingin melanjutkan kulaihnya. Alumnus SMA Negeri 3 Sukabumi ini mengaku akan mengambil pendidikan spesialis dokter kandungan. “Saya memang bercita-cita ingin jadi dokter kandungan,” akunya.

Gemar membaca
Kecerdasan Riana sudah tampak sejak usia Balita. “Sejak usia tiga tahun, dia sudah lancar membaca,” kata sang ayah, Helmi, perwira polisi pendidik di Sekolah Polri Lido, Sukabumi, Jawa Barat.Sejak kecil, menurut Helmi, rasa ingin tahu Riana juga sangat besar. Dan, berbeda dengan anak-anak lain yang lebih suka bermain, Riana malah lebih gemar belajar. “Meskipun tidak ada yang menyuruh, sebagian besar waktu luangnya justru dia isi dengan membaca,” katanya.

Karena sudah pandai membaca sejak usia tiga tahun, pada usia empat tahun Riana sudah diterima masuk SD di Garut. Dan, tiap ditanya soal citanya, Riana selalu menjawab ingin menjadi dokter. “Anak kecil kalau ditanya soal cita-cita kan banyak yang ingin jadi dokter. Nah, cita-cita itu terus melekat dalam hati saya. Alhamdulilah , akhirnnya kesampaian juga” akunya.

Ketika masuk SD, karena masih amat mungil, pada awalnya Riana sempat hanya dianggap sebagai anak bawang . Semula dia masuk SD Ciwaringin 4 Garut, kemudian pindah ke SD Sriwedari, Sukabumi, karena ayahnya pindah tugas ke kota agrindustri ini. Jenjang pendidikan SD dia lalui hanya dalam waktu lima tahun, melalui program percepatan (akselerasi) .

Masuk SMP Negeri 1 dan melanjutkan ke SMA Negeri 3 Sukabumi, dia juga mengikuti program akselerasi. Masing-masing jenjang ditempuhnya hanya dalam waktu dua tahun. “Kalau SMP dua tahun itu enak, bisa ngirit waktu. Masuk SMA juga ikut program akselerasi, sehingga bisa selesai cepat,” tuturnya. Sejak SD, Riana sudah menyukai pelajaran matematika dan mengaku malas jika belajar secara hafalan, apalagi menggambar. “Daripada hafalan, lebih baik eksak, lebih suka yang pasti-pasti, ” akunya.

Jadi dosen
Selain bercita-cita menjadi dokter, anak sulung dari tiga bersaudara ini juga ingin menjadi dosen. Alasannya, agar bisa terus belajar dan mengajarkan, dan terus terdorong untuk menambah pengetahuan. “Selain memberi ilmu ke orang kita juga bisa tambah ilmu,” katanya.

Riana mengaku peran orang tua sangat besar dalam membimbingnya belajar. Tapi, menurutnya, orang tuanya tidak pernah memaksanya untuk selalu mendapat nilai bagus. “Malah Mama sering nyuruh Riana main, jangan belajar terus. Cuma Riana saja yang sadar, ingin memberi yang terbaik untuk orang tua,” katanya.

Setelah membaca artikel di atas, mungkin kita baru menyadari betapa rendahnya ilmu kita jika di bandingkan dengan Riana. Lalu apakah alasan kita untuk menutup diri, tidak mau mengenal, merambah, menjelajah dunia luar. Sahabat, mari, marilah kita jelajahi dunia ini, masih banyak hal yang harus kita perbaiki. jangan biarkan negeri ini terus menjerit…
Wassalamu’alaikumwr.wb.,

 
1 Comment

Posted by on 08/12/2009 in Lesson

 

Tags: ,

One response to “Dokter termuda di sepanjang sejarah (youngest docktor in indonesia)

  1. wedhasmara riska

    22/03/2010 at 5:48 AM

    wow…suhanallah….keren…keren…..salut deh…jadi terenyuh uy,,,dy kan ade kelas berarti,,beda 1 thn
    saya yg udah nyaris 20thn tahun depan belum lulus kuliah,,insyaallah 1,5tahun lagi lah..amin….

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Photo Nature Blog

Nature Photography by Jeffrey Foltice

Just another WordPress.com site

spring of wisdom

wa man yu’ta l’hikmata faqad ūtiya khairan katsīrā

abayzelhimma

let me inspire you

infobogor

Just another WordPress.com site

Rahmat12's Blog

nothing is imposible

The Exceeder

Exceed Everything

maulana_efenar

Just a kid

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: