RSS

-Sehelai Bulu Mata-

14 Jun
Diceritakan di hari pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah yang sedang diadili. Ia dituduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi ia berkeras membantah.”Tidak. Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu.””Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa.” jawab malaikat.

Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segala penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yang sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian. Makanya ia pun menyanggah,

“Manakah saksi-saksi yang kau maksudkan? Disini tidak ada siapa pun kecuali aku dan suaramu.”

“Inilah saksi-saksi itu,” ujar malaikat.

Tiba-tiba mata angkat bicara, “Saya yang memandangi.”

Disusuli oleh telinga, “Saya yang mendengarkan. ”

Hidung pun tidak ketinggalan, “Saya yang mencium.”

Bibir mengaku, “Saya yang merayu.”

Lidah menambah, “Saya yang mengisap.”

Tangan meneruskan, “Saya yang dipaksa melakukan.”

Kaki menyusul, “Saya yang dipakai lari ketika ketahuan.”

“Nah kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu”, ucap malaikat.

Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat berduka, sebab sebentar lagi ia akan dimasukkan ke dalam jahanam. Padahal rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu. Ketika ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong terdengar suara yg amat lembut dari sehelai bulu matanya.

“Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi.” sehelai bulu mata angkat bicara.

“Silakan”, kata malaikat.

“Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengah malam yg lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankah nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba kemudian bertaubat, walaupun sehelai bulu matanya saja yang terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? Maka saya, sehelai bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan taubat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan.”

Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut di bebaskan dari neraka dan diantarkan ke surga. Hingga terdengar suara bergaung kepada para penghuni syurga:

“Lihatlah, Hamba Tuhan ini masuk surga karena pertolongan sehelai bulu mata.”

 
2 Comments

Posted by on 14/06/2010 in Lesson

 

2 responses to “-Sehelai Bulu Mata-

  1. Adi

    14/06/2010 at 11:19 PM

    Nice post, bs bwt renungan😀 salam kenal. .

     
    • Qira misaki

      19/06/2010 at 12:34 AM

      yakkk,,,, makasih…. salam kenal juga…

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Photo Nature Blog

Nature Photography by Jeffrey Foltice

Just another WordPress.com site

spring of wisdom

wa man yu’ta l’hikmata faqad ūtiya khairan katsīrā

abayzelhimma

let me inspire you

infobogor

Just another WordPress.com site

Rahmat12's Blog

nothing is imposible

The Exceeder

Exceed Everything

maulana_efenar

Just a kid

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: