RSS

RINGKASAN MATERI BAHASA INDONESIA

Sedikit pembahasan tentang materi bahasan indonesia, semoga berguna untuk anda.

bn_nd

Peristiwa penting yang menyangkut kehidupan bangsa kita, baik yang menyangkut kepentingan masyarakat Indonesai masa kini maupun masa depan adalah peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Peristiwa itu selalu diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda yang sejak tahun 1978 sekaligs dijadikan Hari Pemuda. Dalam peringatan itu dibacakan naskah Sumpah Pemuda 1928 yang merupakan kutipan Putusan Kongres Pemuda-pemuda Indonesia tahun 1928 sebagai berikut :

Pertama   :   Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.

Kedua      :   Kami putra dan putri Indonseia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonsia.

Ketiga      :   Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Sumpah pemuda merupakan pernyataan kebulatan tekad yang dijalin oleh tiga unsur yang saling berkaitan. Unsur pertama dan kedua merupakan pengakuan terhadap tanah air Indosia yang satu, yang didukung oleh satu kesatuan bangsa Indonesia. Unsur yang ketiga merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia.

Pada tahun 1928 itulah bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya sebagai bahasa nasional dan pada tahun 1945 secara konstitusional, seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945, Bab XV, Pasal 36 dikukuhkan sebagai bahasa Negara.

Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai

(1) lambang kebanggaan nasional,

(2) Lambang jati diri (identitas) nasional

(3) Alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakng sosial budaya dan bahasanya dan

(4) Alat perhubungan antar budaya antar daerah.

Ejaan

Pendahuluan

Secara umum, orang menganggap bahwa ejaan berhubungan dengan melisankan bahasa. Hal itu terjadi karena orang terikat pada kata atau nama itu. Di dalam bahasa, sebetulnya ejaan berhubungan dengan ragam bahasa tulis. Ejaan adalah cara menuliskan bahasa (kata atau kalimat) dengan menggunakan huruf dan tanda baca.

Di dalam perkembangannya, bahasa Indonesia pernah menggunakan beberapa macam ejaan. Mulai tahun 1901, penulisan bahasa Indonesia (waktu itu masih bernama bahasa Melayu) dengan abjad Latin mengikuti aturan ejaan yang disebut Ejaan van Ophusyen. Peraturan ejaan itu digunakan sampai bulan Maret 1947, yaitu ketika dikeluarkan peraturan ejaan yang baru oleh Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan, Mr. Soewandi- dengan Surat Keputusan No. 264/Bhg. A. tanggal 19 Maret 1947 (kemudian diperbaharui dengan lampiran pada Surat Keputusan tanggal 1 April 1947, No. 345/Bhg. A). Peraturan ejaan yang baru itu disebut Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.

Pada saat ini bahasa Indonesia menggunakan ejaan yang disebut Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan mulai Agustus 1972, setelah diresmikan di dalam pidato kenegaraan Presiden Suharto pada tanggal 16 Agustus 1972. Penjelasan lebih lanjut mengenai aturan ejaan itu dimuat dalam (Pedoman Umum) Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan dilampirkan pada Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0196?U/1975, tanggal 27 Agustus 1975. Di dalam pedoman itu diatur hal-hal mengenai

(1) Pemakaian huruf,

(2) Penulisan huruf,

(3) Penulisan kata,

(4) Penulisan unsur serapan dan,

(5) Tanda baca.

Berikut ini disajikan beberapa segi yang dirasakan belum mantap mengenai penerapan aturan ejaan seperti yang dikemukakan di dalam pedoman itu, yaitu beberapa hal yang menyangkut pemakaian huruf, penulisan huruf, penulisan kata dan penulisan unsur serapan.

  1. Pemakaian Huruf
    1. Abdjad

Di dalam Abjad bahasa Indonesia ada 26 huruf yang digunakan, yaitu sebagai berikut :

Huruf                Dibaca               Huruf                 Dibaca

A                      a

B                      be                     O                      o

C                      ce                     P                      pe

D                      de                     Q                      ki

E                      e                      R                      er

F                       ef                     S                      es

G                      ge                     T                      te

H                      ha                     U                      u

I                       i                       V                      fe

J                       je                     W                     we

K                      ka                     X                      eks

L                       el                      Y                      ye

M                      em                    Z                      zet

N                      en

Singkatan kata (termasuk singkatan kata asing) yang dibaca huruf demi huruf dilafalkan menurut bahasa Indonesia. Seperti :

Singkatan                 Dibaca                   Bukan Dibaca

ABC                         a-be-ce                  e-bi-ci

BBC                         be-be-ce                bi-bi-ci

ICCU                       i-ce-ce-u                a-si-si-yu

IGGI                        i-ge-ge-I                ai-ji-ji-ai

IUD                         i-u-de                    ai-yu-di

LCC                         el-ce-ce                 el-si-si

LPG                         el-pe-ge                 el-pi-ji

YMCA                      ye-em-ce-a            way-em-si-e

MTQ                        em-te-ki                em-te-kyu

TV                           te-fe                      ti-fi

    1. Pemenggalan Kata pada Kata Dasar

Hal yang terpenting dalam pemenggalan kata pada kata dasar adalah sebagai berikut :

1)   Kalau di tengah kata ada dua buah konsonan yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua konsonan itu.

Contoh :    pan-dai              cap-lok

Swas-ta             Ap-ril

2)   Kalau di tengah kata ada tiga buah konsonan atau lebih, pemenggalannya dilakukan di antara konsonan yang pertama (termasuk ng) dengan yang kedua.

Contoh :    in-stru-men                bang-krut           in-tra

ul-tra                 ben-trok

3)   Imbuhan, termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk, dipenggal serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya, dapat dipenggal pada pergantian baris.

Contoh :    la-pang-an         pel-a-jar

Pe-nuh-i             per-gi-lah

    1. Penulisan Nama Diri

Penulisan nama diri (nama sungai, gunung, jalan, dan sebagainya) disesuaikan dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, kecuali jika ada pertimbangan khusus. Pertimbangan khusus itu menyangkut segi adat, hukum, atau kesejarahan.

Contoh :    Universitas Padjadjaran

Universitas Gadjah Mada

Dji Sam Su

CV Oemar bakrie

Soetomo Poedjosoeparmo

Penulisan Huruf

  1. a. Penulisan Huruf Besar atau Huruf Kapital

Dalam Pedoman Umum Ejaan bahasa Indonesia yang Disempurnakan terdapat tiga belas penuisan huruf kapital. Berikut ini disajikan beberapa hal yang masih perlu diperhatikan :

1)   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam menuliskan ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci termasuk kata ganti untuk Tuhan.

Misalnya :      Allah

Yang Mahakuasa

Bimbinglah hamba-Mu

Quran

Injil

atas rahmat-Mu      (bukan atas rahmatMu)

dengan kuasa-Nya   (bukan dengan kuasaNya)

dengan izin_ku        (bukan dengan izinKu)

Akan tetapi, huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama untuk menuliskan kata-kata, seperti imam, makmum, doa, puasa, dan misa.

Misalnya :      Saya akan mengikuti misa di gereja itu.

Ia diangkat menjadi imam mesjid di kampungnya.

2)   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.

Misalnya :      Haji Agus Salim                   Imam Hanafi

Sultan Hasanuddin               Nabi Ibrahim

Akan tetapi, huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.

Benar

Ayahnya menunaikan ibadah haji.

Sebagai seorang sultan, ia tidak bertindak sewenang-wenang.

Salah

Ayahnya menunaikan ibadah Haji.

Sebagai seorang Sultan, tidak bertindak sewenang-wenang.

3)   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.

Misalnya :      Gubernur Asnawi Mangku Alam

Letnan Kolonel Saladin

Presiden Carazon Aquino

Gubernur Irian Jaya

Rektor Universitas Indonesia

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.

Misalnya :

Sebagai seorang gubernur yang baru, ia berkelilinag di daerahnya untuk berkenalan dengan masyarakat yang dipimpinnya.

(bukan : Sebagai seorang Gubernur yang baru, ia berkelilinag di daerahnya untuk berkenalan dengan masyarakat yang dipimpinnya.)

Hari Senin yang lalu Lenan Kolonel Saladin dilantik menjadi kolonel.

(bukan : Hari Senin yang lalu Lenan Kolonel Saladin dilantik menjadi Kolonel.)

4)   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa.

Misalnya :      bangsa Indonesia

suku Sunda

bahasa Inggris

Perhatikan pelulisan yang berikut.

mengindonesiakan kata-kata asing

keinggris-inggrisan

kebelanda-belandaan

Perlu kita ingat bahwa yang dituliskan dengan huruf kapital hanya nama bangsa; nama suku, dan nama bahasa, sedangkan kata bangsa, suku, dan bahasa ditulis dengan huruf kecil.

Misalnya :

Benar                                    Salah

bangsa Indonesia                    Bangsa Indonesia

suku Melayu                           Suku Melayu

bahasa Spanyol                       Bahasa Spanyol

5)   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.

Misalnya :

Benar                                    Salah

tahun Masehi                          Tahun Masehi

bulan Agustus                         Bulan Agustus

hari Natal                               Hari Natal

Perang Candu                         perang Candu

Proklamasi Kemerdekaan                 proklamasi kemerdekaan

Republik Indonesia                  Republik Indonesia

6)   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama khas dalam geografi.

Misalnya :

Benar                                    Salah

Teluk Jakarta                          teluk Jakarta

Bukit Barisan                          bukit Barisan

Danau Toba                            danau Toba

Selat Karimata                                selat Karimata

Sungai Mahakam                     sungai Mahakam

Asia Tenggara                         Asia tenggara

Akan tetapi, perhatikan penulisan berikut.

Berlayar sampai ke teluk.

Jangan m,andi di danau yang kotor.

Mereka menyeberangi selat yang dangkal.

7)   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama resmi badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi.

Misalnya :

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Majelis Permusyawaratan Rakyat

Undang-undang Dasar 1945

Perhatikan penulisan berikut :

Benar

Dia menjadi pegawai di salah sebuah departemen.

Menurut undang-undang, perbuatan itu dapat dijatuhi hukuman setinggi-tingginya lima tahun.

Salah

Dia menjadi pegawai di salah sebuah Departemen.

Menurut Undang-Undang, perbuatan itu dapat dijatuhi hukuman setinggi-tingginya lima tahun.

8)   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.

Misalnya :

Kapan Bapak berangkat ?

Apakah itu, Bu?

Surat Saudara sudah saya terima.

Saya akan disuntik, Dok?

Di mana rumah Bu Katarina?

Perhatikan penulisan yang berikut .

Benar

Kita harus menghormati ayah dan ibu kita.

Semua adik dan kakak saya akan berkeluarga.

Kami sendang menunggu Pak Guru.

Rumah Pak Lurah terletak di tengah-tengah desa.

Menurut keterangan Bu Dokter penyakit saya tidak parah.

Salah

Kita harus menghormati Ayah dan Ibu kita.

Semua Adik dan Kakak saya akan berkeluarga.

Kami sendang menunggu pak guru.

Rumah pak lurah terletak di tengah-tengah desa.

Menurut keterangan bu dokter penyakit saya tidak parah.

9)   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.

Misalnya :

Benar

Tahukan Anda bahwa gaji pegawai negeri dinaikkan?

Apakah kegemaran Anda?

Salah

Tahukan anda bahwa gaji pegawai negeri dinaikkan?

Apakah kegemaran anda?

  1. b. Penulisan Huruf Miring

Huruf miring dalam cetakan, yang dalam tulisan tangan atau ketikan dinyatakan dengan tanda garis bawah, dipakai untuk

(1)    menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam karangan,

(2)    menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, atau kelompok kata, dan

(3)    menuliskan kata nama-nama ilmiah, atau ungkapan asing, kecuali kata yang telah disesuaikan ejaannya.

Misalnya :

Majalah bahan dan Sarana sangat digemari para pengusaha.

Sudahkan Anda membaca buku Negara Kertagama karangan Prapanca?

Surat kabar Suara dan majalah Massa dapat merebut hari pembacanya.

Nama Latin untuk buah manggis adalah Garcinia Mangostana.

Sebenarnya, bukan saya yang harus mengerjakan hal itu, melainkan dia.

Huruf pertama kata tempe adalah t

  1. Penulisan Kata

Mengenai penulisan kata, yang masih perlu kita perhatikan adalah sebagai berikut.

  1. Awalan di- dan ke- ditulis serangkai dengan kata dasarnya.

Benar                                    Salah

dikelola                                  di kelola

ketujuh                                  ke tujuh

  1. Gabungan kata yang salah satu unsurnya merupakan unsur terikat ditulis serangkai.

Benar                                    Salah

saptakrida                              sapta krida

sapta-krida

subseksi                                 sub seksi

sub-seksi

nonkolaborasi                                 nonkolaborasi

non-kolaborasi

  1. Bentuk dasar berupa gabungan kata yang mendapat awalan atau akhiran ditulis serangkaian atau ditulis dengan membubuhkan tanda hubung (-) di antara unsur gabungan kata itu.

Benar                                    Salah

bertolak belakang                    bertolakbelakang

Bertolak-belakang

tanda tangani                         tandatangani

tanda-tangani

mendarah daging                    mendarahdaging

mendarah-daging

  1. Bentuk dasar berupa gabungan kata yang sekaligus mendapat awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai.

Benar                                    Salah

melatarbelakangi                     melatar belakangi

melatar-belakangi

menghancurleburkan               menghancur leburkan

menghancur-leburkan

penyebarluasan                       penyebar luasan

penyebar-luasan

dibumihanguskan                    dibumi hanguskan

dibumi-hanguskan

  1. Bentuk terikat yang diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf kapital, di antara kedua unsur itu dibubuhkan tanda hubung (-).

Bentuk                                   Salah

non-Indonesia                         nonIndonesia

non Indonesia

non-Afrikanisme                      nonAfrikanisme

non Afrikanisme

  1. Kata ulang dituliskan dengan menggunakan tanda hubung di antara kedua unsurnya.

Benar                                    Salah

anak-anak                              anak anak

undang-undang                       undang undang

terus-menerus                                terus menerus

  1. Kata depan di dan ke ditulis terpisah dri kata yang mengikutinya.

Benar                                    Salah

di rumah                                dirumah

ke mana                                kemana

  1. Kata sandang si ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya.

Benar                                    Salah

si pengirim                             sipengirim

si penerima                            sipenerima

si pemalu                               sipemalu

si pencuri                               sipencuri

  1. Partikel per yang berarti ‘tiap’ dan ‘mulai’ ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahului dan mengikutinya. Sebaliknya, per pada bilangan pecahan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.

Benar                                    Salah

satu per satu turun                  satu persatu turun

dua pertiga                             dua per tiga

  1. Singkatan nama gelar sarjana kesehatan, dokter, seringkali dipermasalahkan. Di dalam lingkungan masyarakat muncul singkatan Dr. untuk dokter (kesehatan) dan DR untuk doktor (purnasarjana). Hal ini tentu saja bertentangan dengan kaidah karena singkatan Dr. diperuntukkan bagi gelar Doktor, sedangkan DR seolah-olah merupakan singkatan kata atau nama yang sama halnya dengan PT (perseroan terbatas), SD (sekolah dasar).
  1. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf kapital, tidak diikuti tanda titik.

Benar                                  Salah

DPR                                     D.P.R

PT                                       P.T.

SMP                                    S.M.P

SD                                      S.D.

  1. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik.

Benar                                  Salah

sda.                                    s.d.a.

ttd.                                     t.t.d.

yad.                                    y.a.d.

  1. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik.

Benar Salah

cm                                      cm.

Rp                                       Rp.

km                                      km.

  1. Akronim nama diri, yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital.

Benar                                  Salah

Golkar                                 GOLKAR

Kowani                                KOWANI

Bappenas                             BAPPENAS

Penulisan Unsur Serapan

Bahasa Indonesia telah menyerap berbagai unsur dari bahasa lain, baik bahasa daerah maupun dari bahasai asing Sansekerta, Arab, Pertugis, Belanda, Inggris, dan bahasa asing lain.

Berdasarkan cara masuknya, unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dibagi menjadi dua golongan, yaitu (1)  unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia dan (2) unsur asing yang pengucapan dan penulisannyadisesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Untuk keperluan itu telah diusahakan ejaan asing hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesia masih dpat dibandingkan dengan bentuk asalnya. Di dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dicantumkan aturan penyesuaian itu. Dapat ditambahkan bahwa hal ini terutama dikenakan kepada kata dan istilah yang baru masuk ke dalam bahasa Indonesia, serapan lama yang sudah dianggap umum tidak selalu harus mengikuti aturan penyesuaian tadi.

Berikut ini contoh unsur serapan itu.

Baku Tidak Baku

apotek                                   apotik

atlet                                      atlit

atmosfer                                atmosfir

aktif                                      aktip

aktivitas                                 aktifitas

arkais                                    arkhais

arkeologi                                arkheologi

akhir                                     ahir ; akir

akhlak                                   ahlak

advis                                     adpis

advokat                                 adpokat

adjektif                                  ajektif

asas                                      azas

asasi                                     azasi

analisis                                  analisa

menganalisis                           menganalisa

penganalisisan                        penganalisaan

ambulans                               ambulan

anggota                                 anggauta

beranggotakan                        beranggautakan

keanggotaan                          keanggautaan

balans                                   balan

definisi                                   difinisi

depot                                    depo

diferensial                              differensial

ekspor                                   eksport

ekstrover                               ekstrovert

ekuivalen                               ekwivalen

esai                                       esei

formal                                   formil

Februari                                 Pebruari

filologi                                   philologi

fisik                                       phisik

Foto                                      photo

frekuensi                                frekwensi

film                                       filem

hakikat                                  hakekat

hierarki                                  hirarki

hipotesis                                hipotesa

intensif                                  intensip

insaf                                      insyaf

ikhlas                                    ihlas

ikhtiar                                    ihtiar

impor                                    import

intriver                                  introvert

istri                                       isteri

iktikad                                   itikad

ijazah                                    ijasah

izin                                        ijin

ilustrasi                                  illustrasi

jenderal                                 jendral

jadwal                                   jadual

kartotek                                 kartotik

komedi                                  komidi

konkret                                  konkrit

karier                                    karir

kaidah                                   kaedah

khotbah                                 khutbah

berkhotbah                             berkhutbah

konsepsional                           konsepsionil

konferensi                              konperensi

kreativitas                              kreatifitas

kongres                                 konggres

kompleks                               komplek

katalitas                                 katalisa

kuantum                                kwantum

konsekuensi                           konsekuwensi

kualifikasi                               kwalifikasi

kualitas                                  kwalitas

kuarsa                                   kwarsa

kuitansi                                  kwitansi

kuorum                                  kworum

kuota                                    kwota

konfrontasi                             konfrontir

dikonfrontasi                           dikonfrontir

konsinyasi                              konsinyir

dikonsinyasi                            dikonsinyir

koordinasi                              koodinir, kordinir

dikoordinasi                            dikoordinir

konduite                                kondite

kategori                                 katagori

dikategorikan                          dikatagorikan

konsesi                                  konsessi

kelas                                     klas

klasifikasi                               kelasifikasi

linguistik                                lingguistik

lazim                                     lajim

likuidasi                                 likwidasi

metode                                  metoda

motif                                     motip

motivasi                                 motifasi

masyarakat                            masarakat

mantra                                  mantera

manajemen                            managemen

manajer                                 manager

massa                                   masa (orang banyak)

masalah                                 masaalah

masal                                    massal

misi                                       missi

November                              Nopember

nasihat                                  nasehat

penasihat                               penasehat

nasionalisasi                           nasionalisir

dinasionalisasikan                    dinasionalisir

operasional                             operasionil

objek                                    obyek

ons                                       on

organisasi                               organisir

problem                                 problim

problematik                            problimatik

positif                                    positip

produktif                                produktip

produktivitas                           produktifitas

psikis                                     psikhis

psikologi                                psikhologi

paspor                                   pasport

putra                                     putera

putri                                      puteri

produksi                                 produsir

memproduksi                          memprodusir

proklamasi                             praklamir

diproklamasikan                      diproklamirkan

profesi                                   professi

keprofesian                            keprofessian

profesor                                 professir

rasional                                  rasionil

resistans                                resistan

rezeki                                    rejeki

risiko                                     resiko

sistem                                   sistim

sistematika                             sistimatika

sistematis                               sistimatis

spesies                                  spesis

sintetis                                   sintesa

spiritual                                  spirituil

subjek                                   subyek

sintesis                                  sintesa ; sintese

syakwasangka                        sakwasangka

syukur                                   sukur

mensyukuri                            mensukuri

sah                                       syah

sahih                                     syahih

saraf                                     syaraf

sutera                                    sutra

standar                                  standard

standardisas                           standarisasi

survai                                    survei

sukses                                   sakses

teori                                      tiori

teoretis                                  teoritis

telegram                                tilgram

telepon                                  tilpun

tradisional                              tradisionil

tafsiran                                  tapsiran

tarif                                       tarip

teknik                                    tehnik

teknisi                                   tehnisi

teknologi                                tehnologi

teleks                                    telek

tripleks                                  triplek

terampil                                 trampil

keterampilan                          ketrampilan

terap                                     trap

penerapan                              penetrapan

transpor                                 transport

transportasi                            transportir

teladan                                  tauladan

keteladanan                           ketauladanan

diteladani                               ditauladani

tim                                        team

terjemah                                terjamah

varietas                                 varitas

wujud                                    ujud

berwujud                               berujud

perwuudan                             perujudan

zaman                                   jamah

PEMAKAIAN KALIMAT

Pengertian Kalimat

Orang berbahasa tidak menggunakan kata-kata secara lepas, tetapi dengan merangkaikannya menjadi bentukuntaian kata yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Untaian kata yang mengungkapkan pikiran secara utuh itu disebut kalimat. Dalam sebuah karangan tertulis atau surat, kalimat itu merupakan bagian terkecil sebagai unsur pembentuknya. Paling tidak, kalimat itu merupakan titik tolah ataubagian awal sebuah karangan. Agar dapat dipahami lebih jelas mengenai kalimat itu, perhatikanlah contoh petikan karangan beriktu ini.

Ujian telah lama berakhir. Bahkan, sudah diumumkan hasilnya. Fernando sudah meraih tanda tamat belajar SMA jurusan ilmu pengetahuan sosial dengan nilai baik sekali. Ia tidak berhasil menjadi juara umum di sekolahnya, tetapi hanya nomor tiga. Walaupun demikian, ini pun sudah merupakan prestasi yang gemilang, mengingat bahwa disamping belajar ia harus melakukan kegiatan lain yang tidak ringan, yaitu mengurusai pemasangan pompa sumur untuk para petani di desanya.

Pada contoh di atas, kita dapat menemukan lima buahkalimat yang membangun bagian karangan itu, yaitu

(1) Ujian telah lama berakhir.

(2) Bahkan, sudah diumumkan hasilnya.

(3) Fernando sudah meraih tanda tamat belajar SMA jurusan ilmu pengetahuan sosial dengan nilai baik sekali.

(4) Ia tidak berhasil menjadi juara umum di sekolahnya, tetapi hanya nomor tiga.

(5) Walaupun demikian, ini pun sudah merupakan prestasi yang gemilang, mengingat bahwa disamping belajar ia harus melakukan kegiatan lain yang tidak ringan, yaitu mengurusai pemasangan pompa sumur untuk para petani di desanya

Kalimat sebagai unsur dasar pembentuk karangan dalam wujud tulisan mempunyai ciri-ciri berikut :

  1. Kalimat diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.) atau mungkin juga dengan tanda tanya (?) atau tanda seru (!).
  2. Di tengahnya dipakai spasi san tand baca seperti koma (,), titik dua (:), titik koma (;), tanda hubung (-).

Contoh kalimat (1) sampai dengan (5) adalah kalimat yang utuh. Untuk mengetahui keutuhan sebuah kalimat, kita dapat mengamati contoh kalimat (1) Ujian telah lama berakhir. Misalnya. Kata Ujian dan berakhir dalam kalimat itu merupakan kata-kata yang diperlukan. Jika salah satu di antaranya kita hilangkan sehingga kalimat itu menjadi (a) Ujian telah lama atau (b) telah lama berakhir, pernyataan (a) dan (b) merupakan bentuk pengungkapan pikiran yang tidak utuh lagi. Dengan perkataan lain, bentuk pengungkapan pikiran itu merupakan kalimat yang tidak benar.

Kebenaran sebuah kalimat, selain ditentukan oleh keutuhan unsur-unsur pikiran, ditentukan juga oleh

  1. Kelugasan penyusunannya (tidak rancu);
  2. Urutan kata-katanya;
  3. Ketepatan pemakaian kata-kata penghubungnya atau perangkainya;
  4. Kecermatan memilih kata-katanya;
  5. Kebenaran menggunakan bentuk kata-katanya.

Berikut ini dikemukakan beberapa kesalahan kalimat yang disebabkan ileh (1) penulisan kalimat yang tidak utuh, (2) pemakaian bentuk kata yang rancu, (3) pemakaian keterangan yang tidak lengkap, (4) urutan kata yang menyalahi aturan berbahasa Indonesia, (5) pemakaian kata atau ungkapan penghubung yang tidak tepat, dan (6) pemakaian bentuk dan pilihan kata yang tidak cermat.

Penulisan Kalimat yang Tidak Utuh

Yang tergolong ke dalam jenis kesalahan seperti ini adalah kalimat yang menghilangkan salah satu atau beberapa bagian kalimat yang kehadirannya wajib atau menentukan kelengkapan kalimat itu.

Contoh :

(1)        Dalam musyawarah itu menghasilkan lima ketetapan yang harus dipatuhi bersama.

(2)        Kegagalan proyek itu karena perancangan yang tidak mantap.

(3)        Yaitu tenun ikat yang khas Timor Timur.

Ketidakbenaran kalimat (1) adalah bahwa kalimat itu tidak menampilkan apa atau siapa yang menghasilakan lima ketetapan yang harus dipatuhi bersama. Bagian itu dalam kalimat (1) dihilangkan sehingga pikiran yang diungkapkan kalimat tersebut menjadi tidak utuh lagi.

Dalam kalimat (2) kita tidak melihat bagian kalimat yang menyatakan perbuatan apa atau dalam keadaan apa yang dilakukan atau dialami oleh kegagalan proyek itu sehingga dengan hilangnya bagian itu, kalimat menjadi tidak utuh lagi. Lebih-lebih lagi, dalam kalimat (3) ada beberapa bagian yang dihilangkan, yaitu bagian yang menyatakan siapa yang berbuat dan jenis perbuatan apa yang dilakukannya yang diterangkan oleh tenun ikat yang khas Timor Timur itu.

Jika kalimat (1), (2), dan (3) kita betulkan menjadi kalimat yang utuh, kalimat-kalimat itu kita ubah menjadi

(1)        Dalam musyawarah itu mereka menghasilkan lima ketetapan yang harus dipatuhi bersama.

(2)        Kegagalan proyek itu terjadi karena perancangan yang tidak mantap.

(3)        Tenun ikat yang dipakai oleh Raja Los Palos tergolong ke dalam tenun ikat yang khas, yaitu tenun ikat yang khas Timor Timur.

Kalimat (1) dapat juga kita betulkan dengan tidak menambahkan bagian lain ke dalam kalimat, tetapi dengan mengubah bentuk menghasilkan menjadi dihasilkan sehingga kalimat itu menjadi

Dalam musyawarah itu dihasilkan lima ketetapan yang harus dipatuhi bersama.

Atau dapat juga dibetulkan dengan cara menghilangkan kata dalam sehingga kalimat menjadi

Musyawarah itu menghasilkan lima ketetapan yang harus dipatuhi bersama.

  1. Pemakaian Bentuk Kata yang Rancu

Kesalahan kalimat seperti itu dimungkinkan karena penulis (pemakai bahasa) mengacaukan dua macam pengungkapan kalimat atau lebih. Misalnya :

(4)        Meskipun negara itu merupakan penghasil kapas nomor satu di dunia, tetapi harga tekstil untuk keperluan rakyatnya sangat tinggi.

Yang dirancukan dalam kalimat (4) itu adalah

Meskipun negara itu merupakan penghasil kapas nomor satu di dunia, tetapi harga tekstil untuk keperluan rakyatnya sangat tinggi.

Dan

Negara itu merupakan penghasil kapas nomor satu di dunia, tetapi harga tekstil untuk keperluan rakyatnya sangat tinggi.

Jadi, kerancuan yang tampak pada kalimat (a) itu adalah pemakaian sekaligus kata meskipun dan tetapi dalam sebuat kalimat.

Pemakaian Keterangan yang Tidak Lengkap

Jenis kesalahan seperti ini pada umumnya terdapat dalam penulisan surat resmi (surat dinas dan surat niaga). Misalnya :

Memenuhi permintaan Saudara, bersama ini kami kirimkan sebuah daftar harga terbitan kami.

Kalimat di atas terasa janggal jika urutan bagian-bagiannya diubah menjadi

(5a) Bersama ini kami kirimkan sebuah daftar harga terbitan kami  memenuhi permintaan Saudara.

Kalimat (5a) itu akan terasa lebih lancar jika bagian memenuhi permintaan Saudara itu didahului dengan kata untuk sehingga kalimat itu menjadi

(5b) Bersama ini kami kirimkan sebuah daftar harga terbitan kami  untuk memenuhi permintaan Saudara.

Apabila dikembalikan posisinya ke posisi semula, kalimat itu menjadi

(5c) ) Untuk memenuhi permintaan Saudara, bersama ini kami kirimkan sebuah daftar harga terbitan kami

Urutan Kata yang Menyalahi Aturan Berbahasa Indonesia

Kesalahan penulisan kalimat juga terjadi karena urutan katanya tidak sesuai dengan kaidah kalimat bahasa Indonesia. Kesalahan seperti itu dapat dilihat pada contoh berikut.

(6) Saya telah umumkan bahwa pada hari ini juga panggung itu kita bangun untuk merayakan hari ulang tahun negara kita yang ke-45.

Kesalahan urutan kata pada kalimat (6) tampak pada bagian saya telah umumkan pada hari ini, dan ulang tahun negara kita yang ke-45. Menurut kaidah penulisan kalimat bahasa Indonesia, urutan kata pada bagian-bagian itu hendaklah diubah menjadi telah saya umumkan, pada hari ini, dan ulang tahun ke-45 negara kita.

Dengan perubahan urutan kata seperti yang telah dilakukan itu, kalimat berikut ini menjadi kalimat yang benar.

(6a) Telah saya umumkan bahwa pada hari ini juga panggung itu kita bangun untuk merayakan hari ulang tahun ke-45 negara kita.

Pemakaian Kata atau Ungkapan Penghubung yang Tidak Tepat

Yang dimaksud dengan kata atau ungkapan penghubung dalam pembicaraan ini ialalah semua kata atau ungkapan yang dipergunakan oleh penulis (pemakai bahasa) untuk menghubungkan bagian-bagian kalimat atau menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Kata penghubung antarbagian kalimat yang lazim dipakai dalam penulisan kalimat antara lain kata dan, atau, tetapi, ketika, jika, asalkan, agar, supaya, meskipun, sebagai, sebab, karena, dan bahwa.

Pemakaian kata penghubung antarbagian kalimat dapat dilihat pada contoh berikut.

(1)        Bu Siska adalah seorang guru teladan dan anak-anaknya pun pandai-pandai pula.

(2)        Fernadez ingin menjadi juara umum di sekolahnya tetapi ia hanya berhasil menjadi juara tiga.

(3)        Pa Mario tidak masuk kantor hari ini karena sakit.

(4)        Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya berusaha keras untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(5)        Gubernur mengumumkan bahwa kota Mataram, tahun depan akan menjadi kota wisata.

(6)        Pembangunan di bidang pariwisata Propinsi Nusa Tenggara Timur terus ditingkatkan agar kehadiran para wisatawan asing terus meningkat.

(7)        Di kampung kami dipasang dua puluh sumur pompa ketika musim kemarau sangat panjang.

Menurut kenyataannya, dalam pemakaian bahasa Indonesia sehari-hari sering ditemukan beberapa kesalahan, yaitu makin kaburnya batas pemakaian penghubung antarbagian kalimat dan penghubung antarkalimat.

Contoh :

(a)        Pak Carlos menghadapi persolalan yang berat di kantornya. Tapi ia pun dengan sabar dapat menyelesaikannya.

(b)        Kabupaten Los Palos dikenal dengan kain tenun ikatnya. Yaitu tenun ikat khas Timor Timur yang dahulu hanya dipakai raja-raja.

Kata tapi dan yaitu yang seharusnya berfungsi sebagai penghubung antarbagian kalimat, dipakai juga sebagai penghubung antarkalimat. Bandingkan dengan kalimat di bawah ini.

(c)         Pak Carlos menghadapi persoalan yang berat di kantornya, tetapi ia pun dengan sabar dapat menyelesaikannya.

(d)        Kabupaten Los Palos dikenal dengan kain tenun ikatnya, yaitu tenun ikat yang khas Timor Timur yang dahulu dipakai oleh raja-raja.

Ungkapan penghubung yang berfungsi menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain tidak banyak jumlahnya.

Yang lazim dipakai dalam bahasa Indonesia antara lain (oleh) karena itu, namun, kemudian, setelah itu, bahkan, selain itu, sementara itu, walaupun demikian, sehubungan dengan itu.

Contoh pemakaiannya dapat dilihat seperti di bawah ini.

(e)        Pembangunan di bidang pariwisata terus ditngkatkan. Oleh karena itu, kehadiran wisatawan asing di Indonesia setiap tahun terus bertambah.

(f)          Musim kemarau tahun ini di desa kami sangat lama. Walaupun demikian, berkat pemasangan sumur pompa bahasa kekeringan dapat diatasi.

Kesalahan pemakaian ungkapan penghubung antarkalimat sama halnya dengan kesalahan pemakaian kata penghubung antar bagian kalimat yaitu pemakaian kedua jenis penghubung itu dikaburkan seperti contoh berikut ini.

(g)        Saya tidak sependapat dengan mereka, namun demikian saya tidak akan menentangnya.

(h)        Fernadez anak yang tergolong pandai di sekolahnya bahkan ia pernah menjadi juara ketiga.

Jika ungkapan penghubung antarkalimat digunakan dengan benar, kalimat itu seharusnya ditulis sebagai berikut.

(g1) Saya tidak sependapat dengan mereka. Namun, saya tidak akan menentangnya.

(g2) Fernandez anak yang tergolong pandai di sekolahnya. Bahkan, ia pernah menjadi juara ketiga.

dikutip dari    : Persiapan USM STAN

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Photo Nature Blog

Nature and Outdoor Photography by Jeffrey Foltice

Gie's Blog

Just another WordPress.com site

Essence

"carpe diem, quam minimum credula postero"

abayzelhimma

let me inspire you

infobogor

Just another WordPress.com site

Rahmat12's Blog

nothing is imposible

The Exceeder

Exceed Everything

maulana_efenar

Just a kid

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: